Backpacking to Luang Prabang for 2D1N

by - May 05, 2019

Laos sudah ada di salah satu negara tujuan gue di Asia Tenggara, terlebih gue ingin menuntaskan agar bisa mengkhatamkan semua negara di Asia Tenggara. Tahun 2018 gue menghapus Laos dari daftar negara yang mau gue kunjungi karena susah di akses. Akhirnya cuma 4 negara yang berhasil gue lewati dari jalur darat (Lengkapnya baca di sini)

Berawal dari memenangkan hadiah giveaway, akhirnya gue pecah telor ke Laos! Di karenakan keberangkatan tidak boleh lebih dari April, karena kebetulan gue buka Open Trip di awal bulan April, akhirnya gue mulai mencoba mencari rute ke Laos. Seperti biasa, hal yang gue lakukan adalah hunting tiket pesawat murah (nanti dijelasin di artikel terpisah ya!) dan akhirnya flight menuju ke Luang Prabang dari Singapura. Flight Singapura ke Luang Prabang memakan waktu 3 jam dan pesawatnya sepi *banget* nggak ngerti kenapa.


Namun jika dibandingkan dengan Vientiane, Luang Prabang adalah destinasi populer di Laos. Karena Vientiane walaupun ibu kota dari Laos namun kotanya masih relatif sepi dan belum sepopuler Luang Prabang maupun Vang Vieng. Luang Prabang pun dikenal sebagai kota kuno warisan budaya yang menjadi andalan wisata di Laos. Luang Prabang juga ternyata pernah menjadi ibu kota di kerajaan Laos yang pertama serta tahun 1995 Luang Prabang dinobatkan menjadi Kota Warisan Dunia, UNESCO.

DAY 1 in Luang Prabang (Kuangsi Waterfall, LP Night Market)

Kisaran jam 11.10, finally I landed safely in Luang Prabang *yaaaaaay*. Bandara Luang Prabang ini kecil banget sih menurut gue untuk ukuran bandara internasional. Keluar dari bandara cuma ada 2 money changer dan satu taxi shelter gue kurang tau harganya berapa. Karena gue keluar dari bandara nungguin songthaew (kendaraan umum di Luang Prabang, kalo di Indonesia semacam angkot karena bisa sharing). Gue berdua dengan teman gue bayar LAK 50k untuk sampai ke hostel. Mulanya gue tanya ke abangnya kalau ke Kuangsi itu dikenakan berapa? Sepertinya dia nembak harga gitu aja, dia bilang LAK 100k untuk perorangnya, dan bodohnya kami iyakan! Akhirnya ada perjanjian besok kita dijemput di hostel buat ke Kuangsi. Padahal pas sampe hostel gue liat cuma LAK 40k (normally 35k, kalian coba cari di hostel lain incase kalau di hostel kalian mahal).

Setelah gue check-in hostel, gue baru mikir. Kenapa nggak ikut yang di hostel ya? Nah gue kan selalu foto, gue iseng liat gallery ternyata ada jam 13.30 dan masih pukul 12.00, wah masih ada sejam lebih buat mandi + istirahat kan ya! Alhasil setelah diskusi gue malah beli tiket di hostel untuk ke Kuangsi, lalu gimana yang bapak tadi?! Nanti gue ceritain. Hahaha
Selesailah kita beres-beres dan juga mandi, kita menunggu di ruang tengah hostel sembari nunggu dijemput. Nggak lama bapaknya datang dan diantar ke van, jadi LAK 40k ini adalah share van. Satu hal yang baru gue sadari bahwa setir di Laos ini ada di kiri dan jalannya di kanan. Mirip seperti di Vietnam ternyata!


Video di atas adalah video selama gue di Kuang Si Waterfall ya, yang mau baca tentang gimana caranya ke Kuang Si, bisa langsung ke How to get To Kuang Si Waterfall from Luang Prabang untuk lebih jelasnya.

Sepulangnya kita dari Kuangsi Waterfall adalah istirahat dan leyeh-leyeh di hostel sebentar sebelum kita memutuskan untuk mencari makan malam dan pergi ke Night Market. Makanan halal di Luang Prabang ada 2 yang gue singgahi, yang pertama Nisha Restaurant dan Chenai Restaurant. Nisha itu lokasinya tak jauh dari Night Market dan Chenai dekat dengan sungai Mekong. Fyi makanan halal itu kebanyakan yang jual Indian, buat yang nggak terlalu suka kari mungkin bisa beralih ke makanan lain ya.

Jalan sedikit dari Nisha Restaurant sampai deh di Luang Prabang Night Market. Di sini nggak terlalu ramai sih walaupun ekspetasi gue bakalan ramai oleh wisatawan tapi ternyata nggak juga. Harga yang ditawarkan di sini kebanyakan 25.000kip dan masih bisa di tawar, jangan ragu untuk nawar!


Luang Prabang Night Market

Gue sukanya sama orang Luang Prabang ini, mereka menjunjung tinggi bahasa mereka. Instead of saying "Hello" they prefer say "Sabaidee", instead of saying "Thank you" they say "khop chai". Gue liat banyak anak-anak di sini yang bahkan masih berseragam membantu orang tua mereka jualan namun sambil belajar juga. Duh semangat belajarnya mereka bikin salut! Oh ya, mereka juga ada yang duduk dipinggir jalan, sambil pakai baju "Help me practice English", dan gue liat ada beberapa bule yang membantu mereka belajar. Hebatnya!

Luang Prabang Night Market

Luang Prabang Night Market

Luang Prabang Night Market

Usai keliling-keliling night market sampe puas, gue beli jus mangga *as always* dan langsung balik ke hostel setelah belanja oleh-oleh untuk giveaway yayyy! Menurut gue untuk beli oleh-oleh di Luang Prabang ini relatif mahal (atau guenya yang misqueen haha).

DAY 2 in Luang Prabang (Morning Alms Giving, Wat Aham, Wat Xieng Thong)

Hari kedua gue rela-relain bangun super pagi cuy! Kisaran jam 4 gue pasang alarm dan mulai bergegas jam 5 kurang. Karena yang gue baca sebelumnya kalo jam 6 udah selesai ritual morning alms givingnya. Akhirnya gue bergegas lebih pagi. ( Lengkapnya baca di Morning Alms Giving in Luang Prabang)

morning alms giving

Usai liat morning alms giving gue balik ke hostel untuk sarapan. Kalian masih ingat kan tentang bapak songthaew yang mau jemput kita di hari kedua ini?! Pas kita lagi sarapan, bener aja dong dia dateng dan ngeliatin dari jauh lalu balik lagi keluar. Kita berdua yang tadinya udah santai, jadi ketakutan! Haha. Akhirnya kita balik ke kamar dan tidur *wtf* hahaha

Pas lihat jam tau-tau udah jam 10! Lumayan tidur 2 jam, trus mikir bapak itu masih nungguin gak ya? Haha. Sumpah, ini horror banget sih. Sampe akhirnya kita persiapan mau check out dan mau jalan-jalan sebentar karena jam 4 kita harus ke Chiang Rai dengan bus.


Selama di Luang Prabang gue menghabiskan waktu gue dengan berjalan kaki, sebenarnya bisa naik songthaew, sewa motor maupun sepeda. Mulanya kita mau ambil opsi sewa sepeda, tapi karena masih dekat dengan hostel dan ditambah sayang untuk mengeluarkan uang untuk sewa kurang dari 24 jam, jadinya kita memilih berjalan kaki.

Luang Prabang, Laos


Jalan kaki sedikit, ternyata hostel kita dekat dengan sekolah dasar! Fakta yang gue temukan bahwa orang Luang Prabang ini peranakannya bagus, cantik dan juga ganteng. Dari anak-anak sampe dewasa, bahkan di night market kemaren tuh duh yang jualan cakep-cakep. Dan lagi yang gue sempat baca kalau mereka ramah terlebih anak-anaknya, jadi pengen foto kan sama mereka. Akhirnya dengan memberanikan diri, mereka mau diajak foto! Yasssss. Another achievement.

Wat Ban Aham

Kita foto-foto sebentar di temple dekat dengan sekolah dasar, untuk temple sih masih bagus di Thailand untuk segi desain dan warna, tapi ya mereka punya keunikannya sendiri. ke Wat Aham pun kita cuma berfoto di depannya aja dan langsung jalan lagi menuju ke Wat Xieng Thong dengan berjalan kaki.

Wat Xieng Thong Luang Prabang

Wat Xieng Thong yang berarti Kuil Kota Emas berada di antara 2 sungai di Luang Prabang yaitu Mekong dan Nam Khan, mulanya gue pikir setiap sungai yang ada di sini adalah Mekong, ternyata salah! Hehe. Untuk masuk ke Wat Xieng Thong ini dikenakan biaya 20.000kip perorang dan disediakan sewa kain apabila memakai celana pendek seharga 5.000kip. Wat Xieng Thong ini adalah salah satu kuil tertua di Luang Prabang.

Sungai Mekong Laos
Mekong River
Nam Khan River
Nam Khan River
Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di Luang Prabang, namun karena keterbatasan waktu dan juga uang HAHA jadinya kita hanya mengunjungi beberapa tempat saja di Luang Prabang. Luang Prabang ini masih relatif sepi, jadi cocok banget kalau kamu pengen traveling dengan suasana baru. Semoga bermanfaat!

You May Also Like

1 Comments

  1. Waahh.. singkat tapi padat yah..
    Luang Prabang ini juga salah satu destinasi yang masuk di bucket list
    Semoga bisa segera ke sana. Makasih infonya, salam kenal

    ReplyDelete

Labels