Pengalaman Pertama Mendaki Gunung Papandayan

by - October 12, 2016

Gak pernah terlintas sedikit pun dibenak gue untuk naik gunung sebelumnya, namun semua itu berubah setelah avatar menghilang persepsi itu ternyata berubah dan akhirnya untuk pertama kalinya gue bisa mendaki gunung. So much fun! Sampe sekarang gue gabisa move on dari Papandayan T.T disini gue akan bahas pengalaman pertama gue naik gunung. Bisa dibilang ini bener-bener late posting karena gue cukup sibuk menyibukan diri haha.

Gunung Papandayan berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di kecamatan Cisurupan dengan ketinggian 2665 meter diatas permukaan laut. Gunung Papandayan ini sangat cocok buat para pemula, yang baru memulai karirnya sebagai anak gunung(?) dakiannya masih dibilang landai dan gak terlalu ekstrim. Oh ya gue mendaki bersama 7 orang, 3 temen SMA, 2 temennya temen, 1 lagi temennya temen temen(?) yap, mayoritas dari kita ini adalah pemula. Kita berangkat tanggal 04 Mei 2016 dari Depok. Sekitar jam 21.00 WIB, kita berangkat dengan menggunakan angkot sewaan menuju terminal Kp.Rambutan. Sesampainya di terminal Kp.Rambutan ternyata rame maksimal bro, maklum kita berangkat saat liburan jadi pastinya banyak yang mempunyai destinasi yang sama. Setelah turun dari angkot, 2 orang dari kita mencari bus tujuan Garut, dan sisanya menunggu barang bawaan. Kurang lebih jam 22.00 akhirnya mendapat bis dan segera masuk ke bis. Kita menggunakan formasi 3-2-2 untuk posisi main futsal duduk. Sekitar 22.30 bis akhirnya berangkat. Jalanan macet banget, trus gue ngantuk maksimal dan akhirnya gue tidur #gakadahubungannya. Setiap 3 jam sekali gue bangun dikarnakan badan pegel coy, nengok kanan-kiri ternyata bis cukup rame juga dan gue liat di lantai-lantai pada gelar tiker #gak.

05 Mei 2016
05.30 mata gue melek tapi tetep ngantuk ternyata kita sudah sampai Bandung pinggiran dan hampir sampe Garut, udarapun mulai dingin gue gak pake jaket, dingin, laper dan akhirnya gue mati kedinginan serta kelaparan #boong. Kurang lebih jam 06.15 kita sampai di terminal guntur garut, kita bersinggah sebentar di masjid yang deket terminal #gue lupa fotoin lokasi# yaaaaap kita semua langsung bergegas, ada yang cuci muka, sikat gigi, sarapan, setoran pagi, dll. Jam 07.30 waktunya kita naik angkot menuju kaki gunung. Disini kejadian unik terjadi 8’D angkotnya cuma muat 6 orang lagi sedangkan ketinggalan satu, si Raka. Sempet ada cekcok sedikit, tapi akhirnya semuanya aman, kecuali Raka dia harus duduk dibangku supir berdua (jadi bangku didepan harusnya 3 orang jadi 4) disinilah masa depan  Raka di pertaruhkan......... gerak dikit akan membahayakan masa depannya #StayStrongRaka.

Setelah sampai di kaki gunung, kita harus menaiki mobil bak lagi. Satu mobil bak itu isinya 15 orang,  kita 7 ada orang yang seangkot tadi 4 masih kurang 4. Gara-gara nungguin 4 orang ini kita berpanas-panasan di mobil bak. Pas foto eh tongsisnya patah, aya-aya wae. Tapi yowes walaupun gak ada tongsis tangan pun jadi. Ini foto pertama kita berdelapan, eh bertujuh. Nenek-neneknya ikutan walaupun dari belakang wkwk :(

Berpanas-panasan dahulu berdingin-dingin kemudian, setelah sampai di tujuan. Kita melakukan registrasi terlebih dahulu di POS 1, setelah registrasi kita bernarsis-narsis ria sebelum kita berperang hiking. Wes pake jaket dulu karna dingin, padahal pas nanjak panas.

Yosh akhirnya kita mulai menanjak kurang lebih pukul 11.00 dan tiba pukul 13.30, perjalanan yang cukup lama karena kebanyakan foto dan istirahatnya yaa harap maklum, pemula. Jalur pendakian melewati kawah sekitar hampir 1 jam dan itu tergantung dengan kekuatan fisik masing-masing. Di sekitar kawah sebaiknya berhati-hati karena sampingnya adalah jurang, namun tidak perlu khawatir karena jalanan masih terhitung landai. Intinya jangan lupa bawa masker karena asap yang dikeluarkan oleh kawah baunya cukup menyengat. Tapi syukurnya waktu gue kesini tidak terlalu tercium bau menyengatnya.

 Kawah Papandayan

Setelah registrasi di POS 2, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan mendirikan tenda di Pondok Saladah. Perut lapar, akhirnya berbagi tugas ada yang masak lauk ada yang masak nasi, disinilah hal unik lainnya terjadi........ ketika nasinya di masak, nasinya gosong.


Pendirian Tenda

laode lu ngapa si? :'D

 full team, pertanyaan gue ngapain laode foto di lapak cewek?


*lagi sibuk masak nih*

 Penampakan menu makan siang dengan nasi yang sangat nikmat.

Jreng jreng, nasi gosong terasa nikmat ketika sedang lapar HAHA *ketawanya di dramatisir*

Setelah makan dan istirahat sejenak, kita melanjutkan perjalanan selanjutnya ke hutan mati. Kita memulai perjalanan dari Pondok Saladah sekitar pukul 16.30. Perjalanannya agak sulit sih, karena jalanannya yang becek dan gak ada ojek, adanya gojek #yha.


 rintangan menuju hutan mati

Lokasi Pondok Saladah ke hutan mati kita tempuh kurang lebih 15 menit. Sesampainya di hutan mati, dalam hati gue sangat memuji kuasa Tuhan ya. Ciptaannya indah banget! Pemandangannya luar biasa. Suasananya bikin baper, berasa di korea padahal gue gatau korea begimane bentuknya.

 Hutan Mati Papandayan
 
Foto-foto sejenak di lokasi sambil merasakan dinginnya hutan mati di papandayan. Gak terasa udah hampir magrib berada di lokasi, dan akhirnya kita harus balik lagi ketenda dengan membawa beberapa kayu dari hutan mati buat api unggun. Gue nemu beberapa foto candid saat lagi nyari kayu bakar, ternyata gue emang terlihat jauh lebih keren saat candid ya?

*penampakan yang sangat keren*

Sekitar jam 17.30 kita sampai ditenda, kita semua kembali dan bersiap-siap untuk sholat magrib di tenda masing-masing. Ada yang buat api unggun, maen hp, guling-gulingan dan segala macam. Sekitar jam 20.00 kita persiapan makan malam, karna takut nasinya gosong sekarang kita ganti koki :’D lauk malam ini lebih senderhana. Yang penting hangat, dan yang utama bikin kenyang. Sambil nunggu nasinya mateng, kita main UNO dan dapet 2 korban yang mukanya di coret-coret kaya papan tulis. Tak lama nasinya mateng, alhamdulillah nasinya kurang air lagi tapi setidaknya gak gosong wkwkwkwkwk. Makan malam dimulai dengan hikmat. Setelah makan karena udah capek banget akhirnya gak lama langsung kembali ketenda dan tidur.


korban UNO :'v

 bisa diliat gak sih nasinya warnanya apa? coba fokus sedikit deh.
Dinginnya udara pagi sampai terasa menusuk kedalam tulang, akhirnya gue bangun sekitar jam setengah 5. Suara diluar tenda sudah terdengar ramai pikir gue “ah mereka pada mau liat sunrise.” Kita semua memang sudah sepakat tidak ingin naik pagi-pagi dan melihat sunrise karena masih terlalu capek kemarin dan efek karna kita pemula juga sih. Lapaarrrr, akhirnya gue keluar tenda, dan ternyata si Raka tidur depan tenda. Ini anak kulitnya kan tipis malah tidur di luar, nanti tambah kurus gimana? #gak. Gue keluar dari tenda dan gak lama si Icha nyusul, karena dia fans sejati gue jadi emang gitu sih. Akhirnya kita masak air biar mateng, si Raka pun ikut bangun dan akhirnya kita bikin yang anget-anget biar greget. Setelah itu kita membuat sarapan dan persiapan sholat subuh dan menunggu yang lain bangun.

06 Mei 201, 05.00 WIB.
 


07.00 kita bersiap-siap mau naik ke Tegal Alun, liat edelweis yang dikenal sebagai bunga abadi seabadi cintaku padamu eeaa. Saat kita kesini sih edelweisnya belum merekah dengan sempurna tapi setidaknya sih terlihat bagusnya, intinya jangan mengambil atau membawa bunga ini. Karna kita seharusnya ya menjaga alam kita, bukannya malah merusak dan memetiknya. Kita mendaki dari Pondok Saladah ke Tegal Alun sekitar 1 jam. Sumpah indah banget pemandangannya, ada spot foto bagus tapi malahan gue gak dapet karna gue yang ngetake-in. pft, aku rapopo. Asli capek yaa, cuma semua terbayar ketika kita sampai di lokasi, kita benar-benar menikmati suasana disana. Langit sangat biru, suasana yang segar dan jarang bahkan gak pernah gue dapetin saat di Depok. Gue kurang inget kita ngapain aja disini, intinya disini tuh gak dingin kaya dibawah, jadi kayanya disini kita mengahangatkan diri dibawah matahari pagi. Selebihnya sih foto-foto, ada juga yang tidur. Yaaaaaa pokoknya harus mengabadikan seluruh momen yang terjadi disini 8'D


 
ini foto yang gue bilang, pemandangannya dapet. ah sudahlah..

*ini gue gak tau hasil candidnya siapa tapi thanks banget loh*

 Perjalanan kembali dari Tegal Alun

Setelah itu kita turun untuk kembali ketenda. dipertengahan jalan turun kita sempat berhenti sejenak karena ada sinyal. Gue menyempatkan diri dulu untuk menelfon keluarga dirumah #asik wkwk, dan selesai gue nelfon yang lainnya lagi makan tahu :"D

Sesampainya di tenda kita semua bersiap-siap dan berkemas pulang. Isi minum yang banyak biar tenaga cukup dan biar gak dehidrasi juga sih. Pukul 12.30 kita siap turun, karena ini turun maka akan sedikit lebih mudah dibandingkan naik karena pegel kalo naik wkwkwkwk. Setelah satu jam turun, kita istirahat sejenak sambil makan gorengan.

Full Team Before Back To Depok
 

muka udah pada madesu amat ya?
 
Istirahat 10 menit dan kami kembali melanjutkan perjalanan. Tak lama rintik hujan turun, dan akhirnya hujan turun dengan derasnya. Hujan membawa berkah karena waktu kita turun menjadi lebih cepat dibanding naik, kalau kami naik sekitar 2 jam setengah namun saat turun hanya menempuh waktu tidak sampai 2 jam. Superrrrrrr sekaliiiiiiiiiiiiiiii.
Untuk rute pulang masih sama dengan saat datang, menaiki mobil bak dan angkot. Berhubung udah capek, kedinginan, pusing, mual, dan segala macam efek habis hujan dan terlebih karena lelah jadi gak sempet foto lagi. Seinget gue sesampainya di Masjid terminal Garut sekitar 17.00, bergegas sholat jamak Dzuhur dan Ashar. Usai itu kita semua mencari makan karena lapaaaaar dan sambil menunggu Magrib. Selesai sholat kita bergegas pulang dan kembali ke Depok.

Last Selfie at Masjid Terminal Garut

You May Also Like

0 comments