Backpacking to Chiang Rai and Chiang Mai (Explore Northern Thai)

Kali ini perjalanan menuju ke Thailand Utara melalui rute darat dari Luang Prabang (Laos) menuju ke Chiang Rai dan Chiang Mai. Buat kalian yang mau berkunjung ke Thailand tapi bosen ke Bangkok, coba deh ke Chiang Rai dan Chiang Mai. Karena banyak wisata alam yang keren dan juga biaya hidup di Thailand bagian utara cenderung lebih murah di bandingkan di Bangkok.


Tujuan ke Chiang Rai pastinya untuk melihat White Temple yang terkenal banget itu dan juga ke Golden Triangle yang berbatasan langsung terhadap 3 negara yaitu Myanmar, Laos dan Thailand. Setelah melihat rute di maps perjalanan Chiang Rai menuju ke Chiang Mai cuma memakan waktu 3jam, tanpa pikir panjang harus ke Chiang Mai juga. Yang pada mulanya udah excited banget ke Chiang Mai untuk merayakan Songkran, but unfornately flight gue di majuin sama maskapai yang bikin kecewa parah!


10 April 2019 (Perjalanan LP ke Chiang Rai, White Temple, Clock Tower, Chiang Rai Night Market)

Perjalanan dari LP ke Chiang Rai sudah di bahas di artikel sebelumnya, bisa di baca di (Dari Luang Prabang Menuju Chiang Rai) gue sampai di Chiang Rai Terminal 3 itu kurang lebih jam 1 siang dan melanjut ke Terminal 1 karena penginapan gue dekat dengan Terminal 1. Fyi kalau kalian ke Chiang Rai, memilih penginapan di dekat Terminal 1 is a must, karena pusatnya adalah di Terminal 1. Sehingga kalau mau kemana-mana jadi lebih mudah.

chiang-rai
Terminal Bis 1, Chiang Rai.
Kemudian kisaran jam setengah 2 gue sampai di hostel, langsung check in dan istirahat. Karena masih banyak waktu, akhirnya gue memutuskan untuk lanjut ke Wat Rong Khun atau yang populer disebut White Temple. Kemudian kita beres-beres, istirahat dan mandi. Jam 3, kita otw menuju ke White Temple. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 15-20 menit (lokasinya nggak terlalu jauh), gue naik bis lokal harganya 20 bath atau seharga Rp8000.

Naik bis lokal, bilang mau ke White Temple.
Sedikit saran aja, kalau mau ke White Temple kalian bisa pakai topi dan baju yang menyerap keringat ya karena terik banget. Gue aja yang dateng sudah menjelang sore merasa kepanasan, gimana yang dateng siang hari. Pasti bakal kerasa banget panasnya. Waktu beroperasi White Temple ini di mulai dari pukul 08.00am-06.00pm, menurut gue waktu terbaik berkunjung ke White Temple ini sore hari sekitar pukul 5pm karena selain cuacanya nggak terlalu terik kita juga bisa sekalian ngeliat sunset. Bagus banget parah!! Untuk biaya masuk ke White Temple ini dikenakan biaya 50bath. Saat berkunjung ke White Temple jangan lupa berpakaian yang sopan ya.


white-temple-chiang-rai


Namanya juga White Temple, warna dasar dari kuil ini berwarna putih yang melambangkan kesucian Buddha itu sendiri. White Temple ini dibangun oleh seniman terkenal di Thailand yang bernama Chalermchai Kositpipat yang membuat inovasi baru terhadap pembangunan kuil khsusunya di Thailand. Karena mayoritas warna dasar kuil itu adalah emas yang melambangkan kemurnian dan kemakmuran, namun White Temple ini benar-benar spesial. Di Asia warna putih cenderung melambangkan simbol duka cita, namun Kositpipat warna emas hanya cocok untuk orang yang takhluk dengan godaan setan. Sebaliknya, warna putih baginya melambangkan kedamaian dan kemurnian Buddha.

white-temple-chiang-rai
Di atas jembatan "The Bridge of The Cycle of Rebirth"
Kuil utama untuk ibadah
Kuil ini memang memiliki kesan yang mewah dan juga indah saat dipandang dari luar, namun pada saat gue masuk, gue merasa ada sisi "menyeramkan" dari Temple ini. Khususnya dijembatan yang mengantarkan ke kuil utama, ada simbol tangan-tangan yang bagi gue terkesan serem! Ternyata pas gue cari tau, tangan-tangan tersebut seolah-olah meminta pertolongan saat berada di neraka. Jembatannya ini dinamakan "The Bridge of The Cycle of Rebirth". Setelah melewati jembatan di bangunan utama terdapat 2 patung yang merepresentasikan "Death and Rahu" yang menentukan takdir kematian. Kurang lebih kayak gitu sejarahnya..

btw ini toilet lho, bagus ya? 
wat-rong-khun-chiang-rai
Ketika sore menjelang malam. Sunsetnya cantik!
songthaew-di-chiang-rai

Setelah puas keliling, akhirnya gue memutuskan untuk balik dan tidak naik bus karena malas nunggu. Akhirnya gue memutuskan naik songthaew dan dikenakan biaya 40bath perorang. Asik banget naik songthaew ini sih haha. Trus perjalanan belum berakhir! Gue menuju ke clock tower di Chiang Rai sekaligus mau cari makanan halal karena gue liat di maps ada masjid yang berlokasikan nggak jauh dari clock tower ini. Usai foto-foto di clock tower, gue memutuskan untuk makan di deket masjid. Ah ya, saat lagi nukerin uang gue ketemu sama orang Malaysia tepatnya di Borneo, dia ngajak ngobrol dan kita beberapa kali papasan saat di Chiang Rai ini. Dia juga kasih tau gue kalau ada makanan halal di dekat Terminal 1.

clock-tower-chiang-rai
Clock tower, chiang rai. Mirip tugu jogja ya?
Masjid di Chiang Rai
Setelah makan, kita menuju ke Night Market, niatnya untuk hunting makan! Tapi kok udah nggak selera ya karena kenyang haha. Akhirnya gue cuma ngeliat-liat aja dan beli kaos kaki lucu pastinya. Sudah menjadi suatu hobi bagi gue setiap ke Thailand membeli kaos kaki, karena lucu-lucu. Anyway, kalo kamu ke Chiang Rai dan mau beli baju karena lucu, gue saranin untuk beli aja. Kenapa? Karena di Chiang Rai ini lebih murah dari Bangkok. Puas keliling, gue balik ke hostel dan beristirahat sekaligus packing, karena esok hari gue langsung mau cus ke Chiang Mai.

11 April 2019 (Menuju ke Chiang Mai, Chiang Mai Night Market)


Yang pada mulanya kita mau ke Golden Triangle, akhirnya gue dan temen gue memutuskan untuk gagal! Kenapa? Karena gue nggak yakin setelah nanya kebeberapa orang untuk menuju ke Golden Triangle, dan gue lihat pun tempatnya agak jauh. Sedangkan gue menargetkan siang hari gue sudah harus menuju ke Chiang Mai. Akhirnya kita memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut. Well its sad story, but fine. I'll be back.

See you, Chiang Rai!
Untuk menuju ke Chiang Mai gue menggunakan bus dengan lama perjalanan kurang lebih 3-4 jam. Dan sesampainya di Chiang Mai gue perlu menaiki songthaew (semacam kendaraan umum di Chiang Mai). Sesampainya di Chiang Mai untuk menuju ke hostel butuh naik kendaraan umum yang bernama Songthaew (semacam angkutan umum di Chiang Mai). Karena sudah kisaran jam 6 sore, jadi gue langsung bergegas ke hostel dan istirahat sejenak.


Naik ini aja ya biar murah!
Seperti biasa, malamnya gue ke Chiang Mai night market yang jaraknya lumayan, kisaran 15menit kalau jalan kaki. Karena gue di rekomendasikan teman gue di CM itu ada masakan halal disekitar CM night market. Seneng banget karena di CM ini makanan halalnya bukan berupa kari, karena yang masak orang asli Thailand yang kebetulan muslim dan harganya masih bersahabat. Seneng bangetsih!


Usai makan kita keliling sebentar, liat-liat orang yang sudah mulai jualan persiapan untuk Songkran di tanggal 13. Gue juga beli waterproof untuk hp karena lupa beli pas Indonesia huhu. Ya untungnya harganya nggak mahal-mahal amat sih. Menurut gue biaya hidup di Chiang Rai dan Chiang Mai ini jauh lebih murah kalau dibandingkan Bangkok. Mungkin karena Bangkok itu ibu kota kali ya?

12 April 2019 (Chiang Mai Zoo, Doi Suthep)


Karena partner gue menginginkan gue untuk ketemu Panda akhirnya kita memutuskan untuk melihat panda di Chiang Mai Zoo. Hal pertama yang kita lakukan adalah packing baju, bukan untuk pulang melainkan untuk di laundry. Sambil membawa laundry kita sekaligus beli sarapan di Sevel. Eh sialnya ternyata toko-toko sudah mulai libur nasional karena esok hari Songkran akan di mulai! Akhirnya kita laundry di  kita mengisi tenaga dulu sampai full dan langsung menuju ke Chiang Mai. Dari hostel menuju ke CM Zoo kita memakai alternatif grab-car, di CM ini relatif banyak banget driver grab-car, jadi nggak perlu khawatir ya untuk masalah kendaraan di CM.

Songthaewnya lagi ngetem.
Ternyata gue baru sadar kalau CM ini ada dua bagian yang dibatasi oleh satu tembok besar yang bernama Taphae Gate. Gue nggak stay di Old City, tapi gue stay di luar Old City. Kebanyakan sih yang memilih untuk di sekitar old city, tapi karena gue waktu nyari hostelnya random + buru-buru, akhirnya dimana aja. Ya walaupun nggak di old city untuk menuju ke beberapa tempat wisata masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, naik songthaew maupun grab-car.


Sekitar 30menit perjalanan dari hostel menuju ke CM Zoo, kita langsung bergegas. Harga tiket masuk CM Zoo beserta masuk ke Panda dan sudah termasuk kendaraan untuk keliling CM Zoo dikenakan biaya 270bath. Setelah membayar tiket masuk, kita segera bergegas untuk masuk dan menuju ke tempat panda.




Ini pertama kalinya dalam hidup sih gue masuk dan melihat panda secara langsung, haha. Pandanya lucu. Di sini ada 2 panda yang sudah lumayan besar, yang satu perempuan dan laki-laki. Terlihat sekali perbedaannya saat pandanya makan, yang perempuan makannya kalem, yang laki-laki berantakan hahaha. Cukup lama juga gue di sini, karena tempatnya pun adem hehe.


Kelihatan banget kan kalau dia laki-laki? Haha


Panda-in-chiang-mai-zoo
Makannya lebih anggun, perempuan ini!
Kemudian lanjut untuk melihat koala. Duh semoga suatu saat bisa melihat koala di negara asalnya (aamiin). Karena koalanya di sini nggak terlalu banyak dan susah di lihat karena mereka ngumpet! Huhu. Akhirnya gue sebentar aja sebelum memutuskan untuk keluar dan menuju ke destinasi selanjutnya yaitu ke Doi Suthep. Kita langsung naik songthaew menuju ke Doi Suthep dari CM Zoo dikenakan biaya 50bath perorangnya.

Koalanya pas gue kesana pada tidur dan ngumpet. Sedih, hiks!
Lanjut ke Doi Suthep naik iniiii~

Jalanan menuju ke Doi Suthep ini berliku-liku dan menanjak, karena posisinya di pegunungan. Jujur aja gue sedikit mual saat naik songthaew ini. Doi Suthep ini salah satu wisata wajib yang kalian kunjungi kalau ke Chiang Mai karena memiliki nilai sejarah sendiri di sini. Katanya sih kalau kalian nggak ke sini saat berkunjung ke Chiang Mai tereksannya kayak masih ada yang kurang gitu.

Doi Suthep ini terkenal dengan candi emasnya dan juga memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Konon katanya dulu ada seorang biksu yang bernama Sumanthera dari kerajaan Sukhothai bermimpi untuk pergi ke Pang Cha dan mencari relik suci dan ia menemukan relik tulang suci dari sang Buddha Gautama. Raja Nu Naone dari kerajaan Lana meminta relik itu dan menaruhnya di atas seekor gajah putih lalu dilepasnya ke hutan, dan gajah tersebut naik ke gunung Suthep dan pada puncaknya ia berhenti. Gajah itu membunyikan suaranya sebanyak tiga kali sebelum mati dan Raja Nu Naone segera mendirikan kuil di tempat ini.

Selamat menaiki 100 anak tangga :)
Tiketnya 30bath aja!

Kalau kalian ke sini, gue menyarankan pake pakaian yang nyaman dan pakai kaus kaki! Dikarenakan kalian diharuskan untuk melepas alas kaki, sedangkan lantainya itu sangat panas pada siang hari. Dan lebih baik lagi kalau kalian yang mau berangkat pagi, karena suasananya akan lebih teduh. Doi Suthep temple ini sudah di buka dari jam 6 pagi ya. Usai gue keliling-keliling, gue memutuskan untuk balik ke hostel dan mencari makan karena sudah laper parah huhu. Kita balik naik Songthaew lagi.

doi-suthep-chiang-mai


Perjalanan menuju ke Old Town ditempuh lebih cepat, jalanan sudah cenderung penuh dan orang-orang sudah mulai merayakan Songkran dengan menyiram para pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor dengan air! Wah, tapi sayangnya gue nggak langsung join karena perut benar-benar keroncongan, takut masuk angin haha karena gue masih ada perjalanan selanjutnya ke Bangkok. Akhirnya kita memutuskan untuk balik aja deh! Hehe.

Semoga bisa membantu dan selamat selama traveling ya :)

No comments