Sedikit Menghargai Waktu Orang Lain, Tak Ada Salahnya

by - May 30, 2018

Tulisan ini mungkin muncul ketika beberapa kali gue janjian sama orang, baik itu "calon customer" ataupun "temen gue" dan disaat gue kebetulan lagi teburu-buru. Dan pada akhirnya, gue jadi self-reflections and need to reform it, I mean jadi berkaca sama diri gue.

Jadi gini, budaya yang sudah kental di Indonesia ini adalah "Jam Karet" alias "Ngaret" alias "datang tak tepat waktu". Kebanyakan orang di Indonesia ini udah berteman baik dengan ngaret ini, lho. Yang pada akhirnya malah jadi kebiasaan.

Awal mula ngaret ini gue rasa karena kita sudah terbiasa dengan itu hingga akhirnya muncul lah mindset kalau kita datang tepat waktu, kita yang akhirnya malahan menunggu. Dan ini adalah fakta yang ada. Begitupun dengan gue. Sebelumnya gue sering banget yang namanya datang tidak tepat waktu, datang menunggu orang-orang sudah hadir dan sebagainya.

Tapi, pada akhirnya gue sampai di titik sadar gue. Waktu itu, gue janjian sama temen gue. Kebetulan, gue udah ada janji lagi setelah janjian sama temen gue yang ini. Fyi, gue itu orang yang suka banget ngegabungin agenda dalam satu hari karena gue nggak mau waktu libur gue terganggu karena harus bertemu dengan orang yang nggak begitu penting. Datang lah gue tepat waktu. But in fact, gue harus nunggu temen gue ini more than a hour, dimana waktu tersebut harusnya udah bisa digunain buat berdiskusi namun malah terbuang sia-sia.

Satu jam senggang tersebut gue lakuin untuk berkaca. Seberapa banyak waktu orang lain yang udah gue sia-siakan saat gue datang terlambat. Seberapa banyak waktu orang lain yang gue ambil dan gue pergunakan secara tidak bijak karena orang tersebut harus menunggu gue.

Kita bisa aja marah, disaat orang lain itu datang terlambat. Namun apakah itu akan merubah keadaan? Tidak. Dia akan terus saja seperti itu, sebelum ia sampai ke titik sadarnya. And here I am. Gue sudah sampai ke titik sadar gue. Kita nggak akan bisa merubah seseorang, sampai orang itu mau berubah.

Tapi dari tulisan ini, yang nggak tau ada berapa orang yang bakalan baca. Gue berharap, kalian bisa lebih bijak dalam membuat janji dengan orang lain. Kalian bisa lebih bijak dalam mempergunakan waktu, apalagi sampai membuat orang menunggu. Rasanya nggak etis aja kalau kita sering banget ngaret, tapi nggak sadar-sadar. Dan alasannya klise, macet lah, ini lah, itu lah.

Let's we try to changes our mindset, from "dari pada nunggu, mending datengnya nanti aja" become "menunggu itu terkadang lebih baik ketimbang di tunggu". Gue rasa itu akan memberi sedikit dampak positif buat sekitar di saat kita mempunyai mindset seperti itu. Dan nggak bakal menutup kemungkinan dapat merubah sesuatu itu menjadi hal yang besar, bukan?

You May Also Like

17 comments

  1. saya juga sering banget dibuat nunggu, kesel tapi kadang pasrah aja :(

    ReplyDelete
  2. Saya paling ga suka nunggu dan juga ga suka bikin orang lain nunggu

    ReplyDelete
  3. Saya juga awalnya sering telat, tapi semenjak menikah dan suami selalu mempersiapkan 2 jam sebelum acara sdh jalan. Akhirnya saya terbiasa seperti itu. Menurut suami. Lebih baik kita datang lebih dulu sebelum waktunya, daripada kita datang terburu2.

    ReplyDelete
  4. Kebanyakan di kita kaya gitu ya...

    Beda dengan orang di singapura, HK atau Taiwan, saat saya bekerja di sana orang sana sangat tepat waktu. Hlm lagi orang Jepang dan negara lain yg disiplin juga.



    Sebisa mungkin tepat waktu. Kalau takut ga bisa on time makanya mending datang lebih cepat saja. Itu sih menurut saya.

    ReplyDelete
  5. Wah, iya banget. Suka gemes deh sama yg gitu. Klo belom ema2, udah aku bakal gimana gitu deh ke orang

    ReplyDelete
  6. Janji adalah utang yang harus dilunasi. Jangan sampe ngebuat orang nunggu deh. Ntar bisa karma dan berbalik. Bahaya

    ReplyDelete
  7. Orang sabar pantatnya lebar, eh salah. Bener banget, janji adalah hutang, jadi harus ditepati.

    ReplyDelete
  8. Saya paling suka nunggu, makanya selalu berusaha tepat waktu karena tau menunggu itu ga enak :)

    ReplyDelete
  9. salig menghargai itu memang indah dan bikin nyaman, kita juga bisa kreatif

    ReplyDelete
  10. Bner bngt mba bikin nyesek,makanya skrg aku usahakan on time trs

    ReplyDelete
  11. Sebisa mungkin jangan merugikan org lain dengan terlambat ya. Kalau sekiranya terlambat sebaiknya kasi tau jujur akan telat dan minta maaf. Jgn telat tanpa konfirmasi...

    ReplyDelete
  12. Soal waktu , aku termasuk strenght. Pernah mau meeting nunggu sendirian hampir se jam.
    Setelah yang lain datang, aku tinggal pergi, kesel hee

    ReplyDelete
  13. iya betul.. hargai diri orang lain.. udah lama2 nunggu malah di tinggalin saya suka sedih

    ReplyDelete
  14. Menunggu memang pekerjaan yang paling membosankan, apalgi menunggu orang yang janjian sama kita trus orangnya datangnya telat trus tanpa merasa bersalah gitu ga ngasih penjelasan apa2..hehehe

    ReplyDelete
  15. Wah, saya kadang ditunggu dan menunggu, tergantung moment juga. Semoga bisa selalu ontime harapan kedepannya.

    ReplyDelete
  16. Kayaknya nihil ngarepin orang indonesia on time kalo gak ada punishment nya. Aku sendiri sering kesal kalo janjian jam berapa datengnya jam brapa.huft. padahal aku datang dari jauh tetep berusaha ontime

    ReplyDelete
  17. Kalau di jakarta apa lagi, ga ada kan alasan macet. sudah ga bisa diterima hehe.

    ReplyDelete