Naik Pesawat di Era New Normal (Persyaratan dan Membuat Surat Rapid Test di Bandara)

Di saat gue lagi kerja, adek gue tiba-tiba ngechat “Yuk beliin tiket pesawat ke Palembang, sekarang”. Gue yang baca chat auto bengong dan bingung. Hah gimana?!

Karena keadaan mendesak, ibu dan ayah gue harus mudik ke kampung di Palembang untuk menjenguk nenek gue yang sakit. Nenek gue jatuh dari kamar mandi dan ada penyaakit darah tinggi, jadinya langsung gak sadar. Saudara gue ngabarinnya setelah 5 hari kemudian dan udah parah juga, nenek gue pun udah nanyain ibu gue terus. Kalau bukan lagi pandemi gini, pasti semuanya nggak pake ribet karena langsung beli tiket pesawat aja. Tapi nyatanya lagi pandemi gini, justru banyak yang harus disiapkan sebelum terbang.

naik-pesawat-di-era-new-normal
Penerbangan dari Bandara Halim

Panik banget, asli. Masalahnya orang rumah baru ngabarin sore hari sekitaran jam 5, itu juga gue lagi kerja. Bingung karena nggak tau prosedurnya, yang pasti ribet. Setelah searching, sekarang cuma butuh Rapid Test buat berangkat. Yaudah gue langsung buru-buru cari di internet rapid test terdekat dari rumah gue.

Setelah dapet, gue telfon untuk langsung cek hari itu juga berhubung gue liat jam prakteknya sampai jam 8 malam, gue tanya dong. Eh ternyata sudah full. Makin panik lah, karena mau nyari tiket pesawat besok hari. Iya, besoknya, pas lebaran Idul Adha :”)

Kemudian gue inget untuk cari informasi rapid test di bandara melalui akun customer service bandara, Alhamdulillah banget sangat responsif dan menjawab pertanyaan apalagi dalam keadaan mendesak kayak sekarang ini. Setelah menimbang-nimbang, gue memutuskan untuk ke bandara Halim karena lebih dekat dari rumah gue. Penerbangan pun cuma ada 2, di jam 2 siang dan jam 3 siang.

Mengurus Rapid Test Sebelum Keberangkatan di Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP)


Dari informasi yang gue terima melalui akun twitter @contactap2 di twitter, bahwa rapid test bisa dilakukan di bandara Halim dan juga Soekarno Hatta. Jam operasi rapid test di bandara Halim dimulai pada pukul 08.00 - 17.00 (di tanggal merah tetap beroperasi), sedangkan di bandara Soekarno Hatta 24 jam operasional dan tanggal merah pun masih tetap beroperasi.

rapid-test-di-bandara

Karena pikir gue bakalan antri panjang, gue berangkat dari rumah setelah sholat Subuh dan mikir masih ada waktu lah untuk menunggu dan antri dulu. Tapi ternyata sesampainya di bandara Halim sekitar jam 7 pagi, gue bertanya untuk ruang rapid test dan langsung di arahkan di Lantai 2. Kemudian masuk ke ruangan, lumayan banyak orang sih, dan ternyata layanan rapid testnya sudah beroperasi. 

rapid-test-di-bandara

layanan-rapid-test-di-bandara

Ternyata rata-rata cuma lagi nungguin hasil tesnya, ayah dan ibu gue cuma menunggu sekitar 10 menit untuk kemudian di tes. Setelah itu menunggu berkisar 15 menit untuk mengambil hasil dan membayar hanya Rp150.000 untuk surat rapid test yang berlaku hingga 12 hari ke depan. Alhamdulillah lancar.


cek-berkas-sebelum-naik-pesawat

Setelah itu gue baru deh beli tiket pesawat, karena masih wanti-wanti prosedurnya ribet. Gue ambil pesawat jam 2 siang, ternyata ada 2 check point sebelum kita memasuki bandara. Di Check point 1 kita di arahkan untuk kita di arahkan untuk check in online dan barulah bisa masuk ke dalam bandara serta mendownload dan mengisi data di aplikasi eHAC (Indonesia Health Alart Card) di ponsel dan mengisi data diri. Check point 2, untuk stampel hasil rapid test sebagai bukti sudah di check. Kurang lebih seperti itu untuk prosedurnya sebelum memasuki bandara.

Kalau untuk urusan tidak mendesak, sebaiknya untuk tetap di rumah aja. Karena biar bagaimana pun, pandemi belum berakhir. Gue bersyukur karena infrastruktur tranportasi sudah sangat memadai sehingga disaat terdesak seperti ini, tidak terlalu dipersulit untuk masalah tiket penerbangan.

Suasana di Pesawat saat Era New Normal

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah ditetapkan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui Surat Edaran (SE) No.7 Tahun 2020 yang berisikan tentang syarat bepergian menggunakan angkutan umum, termasuk pesawat terbang. SE yang berlaku sejak 6 Juni ini sudah mulai dilaksanakan dengan teratur.


Untuk peraturan penerbangan yang sudah ditetapkan juga tetap menjaga jarak sehingga bangku di pesawat yang harusnya di isi oleh 3 orang, menjadi 2 orang saja demi mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

Yang pasti tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker selama di bandara dan pada saat di luar rumah. Memakai hand sanitizer juga sehabis memegang sesuatu. Tetap jaga kesehatan dan stay safe ya semuanya. Semoga bermanfaat!

No comments