Inovasi Pertanian dalam Menghindari Kelaparan

by - February 17, 2019

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa teknologi pertanian yang disesuaikan bisa meningkatkan keamanan pangan global dengan signifikan di pertengahan abad ini ketika populasi dunia membengkak dan cuaca yang buruk akibat perubahan iklim yang mengancam tanaman dan mengganggu perdagangan.

Hasil panen jagung global bisa meningkat sebanyak 67 persen tahun 2050, sementara panen gandum dan beras bisa meningkat sekitar 20 persen bila inovasi tertentu dipasangkan, menurut International Food Policy Research Institute (IFPRI) dalam sebuah penelitian berjudul "Food Security in a World of Natural Resource Scarcity" atau "Keamanan Pangan di Dunia dengan Kelangkaan Sumber Alam."

Adopsi teknologi termasuk benih biotech, irigasi dan pertanian tanpa membajak bisa memotong harga makanan dunia sampai separuhnya dan mengurangi kelangkaan pangan sampai 36 persen, kata IFPRI.

Berita dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada (6/8) lalu. menyebutkan, tahun ini total produksi padi dunia diprediksi turun 7,8 juta ton menjadi 724,5 juta ton dibanding perkiraan April lalu akibat curah hujan di wilayah India yang di bawah normal. Penurunan produksi juga diprediksi terjadi di Kamboja, Korea Utara, Korea Selatan, Nepal, Taiwan dan sejumlah provinsi di China.

Dengan ini kita harus segera memperdayakan inovasi pertanian dengan pemanfaatan teknologi untuk menghindari kelaparan di Tanah Air. Irigasi adalah suatu sistem untuk mengairi suatu lahan dengan cara membendung sumber air. Atau dalam pengertian lain adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak.

Hampir 50% air irigasi komersial dan perumahan terbuang karena penguapan, terbawa angin, kesalahan desain dan pemakaian yang berlebihan. Semua ini bsia diatasi dengan pemasangan sensor air, teknologi irigasi mikro dan merancang taman dan lahan pertanian yang hemat air dengan memilih tanaman dan lokasi yang tepat sehingga mengurangi kelangkaan air.

Dengan wilayah daratan dan perairan yang cukup luas, Indonesia sesungguhnya mampu berswasembada pangan, bahkan menjadi lumbung pangan dunia bila ada perencanaan komprehensif. Seharusnya pemerintah dapat melakukan perencanaan yang lebih matang dalam membangun sektor pertanian yang memiliki pengaruh yang besar untuk negara. Khususnya dalam mengurangi kekurangan pangan dan juga memperbaiki nasib petani.

Dalam program Nol Kelaparan, pemerintah Brasil fokus pada peningkatan pertanian skala kecil. Disertai penyaluran kredit petani, penyuluhan serta pembangunan irigasi di pedesaan. Program tersebut berhasil dan pemerintah Brasil mengentaskan 16,2 juta rakyat Brasil yang masih hidup dalam kondisi sangat miskin. Dengan cara memperbesar bantuan tunai untuk 800.000 keluarga miskin. Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, sanitasi, air, listrik, pelatihan keterampilan serta bantuan pendaan untuk keluarga petani miskin.

Indonesia bisa saja dijadikan sebuah rujukan, dengan melakukan peningkatan pertanian skala kecil di suatu daerah dan menguji coba apakah berhasil atau tidak. Setidaknya ada tindakkan yang dilakukan untuk mengurangi kekurangan pangan di setiap daerah.

PT. SMI memiliki peran aktif dalam pembiayaan infrastruktur Indonesia dan membantu persiapan proyek infrastruktur, baik yang dilakukan melalui layanan konsultasi maupun pengembangan proyek bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Dengan ini PT SMI dapat membantu dalam pembiayaan teknologi irigasi untuk inovasi pertanian di Indonesia.

Dengan membangun irigasi yang baru, karena sekitar 52% irigasi yang rusak harus segera diperbaiki. Jika dikelola dengan baik, Indonesia bukan hanya mampu menjadi sumber pangan untuk suatu daerah, namun Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia.

You May Also Like

0 Comments

Labels