Persiapan Backpacking Singapore-Malaysia 2017

by - February 20, 2017


Trip kali ini adalah salah satu yang paling berkesan buat gue. Kenapa? Karena ini pertama kalinya gue menginjakkan kaki di luar negeri! #eaaaaaaaaaaa. Emang ini terkesan norak, tapi faktanya emang gue norak HAHAHA. Karena dulu, gue pikir cuma orang kaya dan banyak duit yang bisa pergi keluar negeri sedangkan aku mah apa atuh..... jajan atau belanja aja selalu mikir 2x buat ngeluarin uang. Tapi ternyata, orang biasa kayak gue juga bisa asal ada kemauan yang kuat untuk hemat. Yap, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Sebenarnya gue emang udah punya keinginan kuat untuk keluar negeri dari setahun lalu, karena tahun ini (2017) adalah tahun gue meninggalkan angka belasan tahun dan sekarang gue udah menginjakkan angka 20! So, gue mau mempunyai kesan yang berharga untuk memulai umur yang baru ini. Awal mulanya gue gak yakin mimpi gue ini bakalan tercapai atau engga, tapi gue terus yakin kalo Allah itu akan memberikan apa yang kita butuhkan dibandingkan apa yang kita inginkan. Sekitar bulan Juni 2016, gue ikut seminar Travel Journalism yang diadakan di Museum Wayang di Kota Tua, gue bener-bener tertarik sama pengisi acaranya, yaitu Ndup atau yang lebih dikenal @backpackertampan di instagramnya. Gue jadi terinspirasi sama dia, dia menghabiskan 3juta untuk sebulan di India! Gimana gak penasaran? Sampai akhirnya gue beli bukunya dan tertarik dengan backpacker things~ gue belajar banyak dari pengalaman dia yang dia sebutkan di bukunya yang membuat gue semakin yakin gue bisa mewujudkan salah satu mimpi gue untuk tahun depan.

14 Oktober 2016, dimulai dari keisengan gue iseng-iseng cek tiket murah ke Singapore, dan gue menemukan harga yang fantastis!!! Kurang lebih Rp200.000 cooyyyy dengan maskapai Jetstar, tanpa pikir panjang gue langsung menghubungi sahabat gue yang sebelumnya kita memang sudah punya plan. Berhubung gue lagi ada uang di atm, gue langsung booking untuk gue dan Alin. Gue gak sabar coy! Setelah tiket berangkat sudah terbooking, selanjutnya gue memikirkan segala macam persiapan. Mulai dari apa aja yang bakalan gue lakuin disana, dan tempat apa saja yang mau gue singgahi. Terlintas di pikiran gue untuk mampir ke Malaysia karena gue baca dari review blogger lain, rata-rata mereka memilih Kuala Lumpur setelah Singapore. Setelah hasil searching, gue memutuskan untuk menghabiskan 5 hari di Singapore dan Malaysia. Gue segera ngumpulin uang untuk buat paspor, untuk cara membuat paspor udah gue tulis di tulisan sebelumnya, langsung klik disini ya.

15 November 2016, tiket berangkat done, paspor done, dan langsung booking tiket pulang setelah dapat paspor. Gue cek berulang-ulang kenapa harga tiket mahal-mahal banget? Hampir Rp500.000, gue sampe kepikiran mau pulang dari Singapore. Tapi apa gak bolak-balik dan gak ribet? Lagi-lagi berawal dari keisengan gue, gue buka tiket.com dan gue menemukan sesuatu yang menarik. Harga pulang gue dapet dengan harga Rp335.500 menggunakan maskapai Malindo Air sudah termasuk bagasi 30kg. Langsung bergegas transfer, aaaaah~~~ betapa bahagianya!
16 November 2016, ini gak bisa dilewatin coy. Yaitu booking tiket! Gue sih ada plan untuk tidur di bandara Changi untuk menghemat, tapi kalo bolak-balik terus kayanya rada sulit. Jadi akhirnya gue memutuskan untuk booking hostel. Mulanya gue booking di daerah little india, tapi setelah gue pikir ulang akhirnya keputusan terakhir gue yaitu stay di hostel di daerah bugis. Yaitu Sleepy Kiwi Boutique Hostel seharga Rp130.000/malam, memang agak mahal sih, tapi setelah di pikir-pikir dapet sarapan gratis dan bagi gue ini lumayan untuk menghemat biaya makan. Langsung gue cari review tentang ini hostel, kebanyakan merespon positif (dan faktanya iya nanti gue review ini hostel di tulisan berikutnya) jadi langsung gue booking tanpa pikir 2x. Akhirnya selesai!

10 Februari 2017, hari keberangkatan gue sudah semakin dekat! 3 hari lagi coy~~ dan gue cuma ada budget kurang lebih 1jt hasil gue kerja part time dan online shop yang gue jalanin selama ini. Tips dari gue, kalian print E-Ticket yang ada di hp walaupun sebenarnya bisa lewat hp, tapi ini akan lebih mempermudah kalian. Bawa mi gelas, pop mie, energen dan segala macamnya buat menghemat biaya makan, namanya juga poor backpacker HAHAHA.

Pengeluaran Awal

You May Also Like

4 comments

  1. Waw, keren banget kaka jadi mau kesana
    Tp itu keseluruhan habis segituh? Tp kan penginapan nya itu cuma 1 hari yg dihitung, kira2 selama disana habis berapa ya total sampai pulang,

    ReplyDelete
  2. Mau tanya, saat sampai di bandara singapore apa benar pemeriksaanny super ketat? Saya juga blm ada pengalaman travel keluar negeri jadi masih byk takutny. Oya terus bahasa yg digunakan bahasa apa? Haha apa harus bahasa inggris saat di singapore? Saya tidak bs sama sekali berbahasa inggris jdnya lebih menakutkan lagi disananya. Takut aja gtu jd byk planga plongonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiiii Arif! Well, memang agak ketat pemeriksaan imigrasi di Singapura karena banyak hal sih. Tapi kalau kita punya tujuan jelas ke sana misalnya mau bener-bener cuma jalan-jalan aja bisa kok, intinya nanti pas isi lembar imigrasi tulis aja keterangan lengkapnya misalnya hostelnya, tujuan berkunjung dan berapa hari singgah. Pakai bahasa Inggris sih, tapi selagi bisa ngomong walaupun terbata-bata juga saya rasa masih bisa. Soalnya temen aku juga ada yang ke sana dan nggak bisa bahasa Inggris masih selow kok. Semangat yaaa!

      Delete